Tampilkan postingan dengan label puskesmas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puskesmas. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 November 2018

AKREDITASI ADALAH MEMBANGUN SISTEM

ketika pertama kali penulis "berkenalan" dengan akreditasi, persepsi penulis hampir sama dengan semua orang yang menganggap ini hal imposible, susah pake banget, berat, .. hanya untuk puskesmas di pulau jawa yang sudah lengkap sarana prasarana dll.. namun setelah semakin didalami dan berjalannya waktu.. ternyata ini bukan hal yang se--ekstrim itu.. tidak semenakutkan dalam persepsi..
Gampang donk.. Nggak juga
Mudah banget... siapa bilang
lalu apa donk?

Akreditasi adalah seni membangun sebuah sistem pelayanan yang berkualitas..  kenapa saya bilang seni?.. iya seni.. dikarenakan untuk membangun sebuah sistem memerlukan sebuah kemampuan yang unik, penuh kreatifitas dan inovatif..  unik dikarenakan dengan standar yang sama, puskesmas yang dikunjungi membuat sistem yang berbeda.. kreatif dikarenakan perlu kemampuan orang-orang yang mampu melihat situasi dan memanfaatkan sumber daya yang ada, dan inovatif dikarenakan merupakan sesuatu hal yang baru ditempat kerja mereka ketika penemuan ini diterapkan.
sebagai suatu seni, tentu banyak persepsi yang muncul ketika sebuah sistem dibangun di puskesmas dengan hasil yang tidak terduga..

Minggu, 10 Juli 2016

PENYUSUNAN RENSTRA PUSKESMAS



Renstra Adalah suatu dokumen Perencanaan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapi dalam kurun waktu 1-5 tahun sehubungan dengan tugas dan fungsi PUSKESMAS serta disusun dengan memperhitungkan perkembangan lingkungan strategis (kebutuhan masyarakat, koordinasi lintas sektor dan lintas program).
PROSES PENYUSUNAN
  • Setiap  Puskesmas wajib melakukan penyusunan Renstra dengan mengacu pada Resntra Dinas kesehatan
  • Penyusunan Renstra Puskesmas harus melibatkan stakeholder sesuai dengan tugas dan fungsi Puskesmas.
  • Renstra Puskesmas  ditetapkan melalui peraturan kepala Puskesmas
  • Dokumen Renstra Puskesmas yang telah ditetapkan Kepala Puskesmas agar disampaikan ke Dinkes melalui subbag Perencanaan
TAHAPAN PENYUSUNAN

Jumat, 17 Juni 2016

IDENTIFIKASI DOKUMEN BAB V. KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

bagian ke 2 dari tugas kelompok kerja yaitu BAB V. Kepemimpinan dan manajemen upaya kesehatan masyarakat didalam buku  Instrumen Akreditasi puskesmas. bab ini membahas tentang pengelolaan kegiatan UKM di Puskesmas dari kegiatan orientasi, penetapan tujuan, sasaran dan tata nilai, komunikasi dan koordinasi, evaluasi serta hak dan kewajiban pada kegiatan UKM. untuk lebih jelas dapat dibaca keterangan dokumen dari masing-masing kriteria dan Elemen Penilaian Berikut ini;

IDENTIFIKASI DOKUMEN BAB III. PENINGKATAN MUTU PUSKESMAS

setelah membahas identifikasi dokumen untuk BAB II, sekarang kita lanjut di Bab III, esensi BAB III, ini adalah pengelolaan manajemen mutu di FKTP dalam hal ini Puskesmas.  dimulai dari penetapan manajemen mutu, perencanaan, monev mutu sampai ke tindaklanjut dan terakhir kaji banding. elemen penilaian masing masing kriteria pada Bab III perlu menyiapkan dokumen dan rekaman sebagai berikut;

IDENTIFIKASI DOKUMEN BAB II KEPEMIMPINAN DAN MANJEMEN PUSKESMAS (KMP)

lanjut... mumpung lagi semangat 45!.. setelah tadi kita bahas tentang dokumen yang perlu disiapkan untuk survei pada BAB I, sekarang kita akan membahas Bab II, Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas. bab ini menitikberatkan pada manajemen pengelolaan sarana dan prasarana serta SDM di Puskesmas.

Kamis, 16 Juni 2016

Dokumen Akreditas Puskesmas


 



Penilaian Akreditasi Merupakan Penilaian Sistem yang berjalan di suatu puskesmas. secara manajemen, setiap kegiatan manusia merupakan suatu proses yang terus menerus berkesinambungan  menuju ke arah yang lebih baik menurutnya. di setiap kegiatan  tentu ada input yang diberikan yang akan diproses untuk mendapatkan suatu produk/output yang diharapkan yang akan memunculkan suatu outcome/hasil akhir yang inigin dicapai. dan dalam proses ini maka perlu suatu kegiatan monitoring dan evaluasi untuk mengidentifikasi masalah dan menemukan jalan keluar atau tindaklanjut agar kegiatan dapat terus berjalan dan menghasilkan.