Kanter (1993) percaya
bahwa akses pertama dalam pemberdayaan karyawan adalah tingkat kekuasaan formal (formal power) dan informal (informal
power) yang
dimiliki individu dalam organisasi. Kekuasaan formal berasal dari pekerjaan
dan karyawan yang mempunyai fleksibilitas, visibilitas, dan kreativitas. Kekuasaan
formal juga berasal dari pekerjaan yang dianggap relevan
dengan pendidikan (kompetensi)
dan bermanfaat
bagi organisasi. Kekuasaan informal
dikembangkan dari hubungan dan jaringan dengan rekan kerja, bawahan-atasan,
dan hubungan di luar organisasi.